Aspirasi Berita Sudirsah Sujanto

Sudirsah Sujanto Desak Penyelesaian DAK 2024, Jangan Tunggu Sekolah Lain Roboh

Oleh: Redaksi Dipublikasikan: Senin, 29 Juni 2026


Mataram, SudirsahSujanto.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk segera menuntaskan persoalan pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2024, menyusul robohnya sejumlah bangunan sekolah di NTB.


Menurut Sudirsah, insiden robohnya ruang belajar di SMAN 1 Lingsar dan sebelumnya di SMAN 7 Mataram harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar tidak menunggu munculnya korban atau kejadian serupa di sekolah lain.


 

"Kami tidak ingin menunggu sekolah lain roboh. Pemerintah harus segera mencari jalan keluar untuk persoalan DAK 2024 ini," tegas Sudirsah.


Percepat Pemanfaatan Ruang Kelas Baru


Sudirsah menjelaskan, sejumlah ruang kelas yang dibangun melalui program DAK 2024 hingga kini belum dapat dimanfaatkan karena masih berkaitan dengan proses hukum yang sedang berjalan.


Ia mendukung langkah Gubernur NTB yang berupaya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar bangunan yang telah selesai dikerjakan dapat segera digunakan oleh para siswa.


Menurutnya, keberadaan ruang kelas baru sangat dibutuhkan untuk mengurangi penggunaan bangunan lama yang kondisinya sudah tidak layak.

 

"Yang terpenting adalah bagaimana ruang kelas yang sudah selesai dibangun bisa segera dimanfaatkan untuk kepentingan proses belajar mengajar," ujarnya.


Keselamatan Siswa Harus Menjadi Prioritas


Selain mendorong percepatan penyelesaian persoalan DAK, Sudirsah mengingatkan bahwa aspek keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan fasilitas pendidikan.


Ia meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap kualitas konstruksi bangunan sekolah sehingga benar-benar memenuhi standar keamanan.


"Setiap pembangunan sekolah harus memiliki kualitas yang baik dan memberikan rasa aman bagi siswa maupun tenaga pendidik," katanya.


Bangunan Sekolah Harus Tahan Gempa


Sebagai daerah yang berada di kawasan rawan bencana, Sudirsah menilai seluruh pembangunan gedung sekolah di NTB harus memperhatikan standar konstruksi tahan gempa.


Menurutnya, kualitas bangunan pendidikan tidak boleh dikompromikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan ribuan peserta didik yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

"Bangunan sekolah harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah NTB yang rawan gempa agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tegasnya.

Apresiasi Respons Cepat Pemerintah

Di sisi lain, Sudirsah memberikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi NTB dalam menangani insiden robohnya bangunan sekolah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa langkah tanggap darurat harus diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah di seluruh wilayah NTB.

Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang memiliki bangunan tua atau berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.

"Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pembangunan infrastruktur pendidikan di NTB. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi musibah," pungkas Sudirsah.

Bagikan Informasi Ini: